Hujan mulai sering menyapa ibu pertiwi
Dentum-dentum awan tak hendak tertinggal
Hari-hari ini semakin romantis
Menjadikannya sarat emosional
Seraya cinta yang terkubur di tanah, tumbuh
akan guyuran gerimis senja
Seraya senyum yang terkubur wajah murung, berseri
akan kencan di tengah sore
Satu bintang muncul
adalah sambutan istimewa dari atap bumi
mengintip dengan setitik cahaya.
Harapanku, juga milikmu
Terekam manis dalam pagutan mata
Melekat-lekat di naungan petang..
Sunday, October 27, 2013
Tuesday, October 22, 2013
Pantai Senja
memahami sesuatu ...
sesuatu yang bukan sekedar kebenaran
sesuatu yang bukan ala seseorang ...
langit turun kepada awan
awan kepada mendung,
mendung akan keindahan ...
melukiskan buih pada garis pantaimenggerus habis karang tegap
Menarik sekuatnya pada lelaki itu.
seperti kisah ...menimbulkan rasa,
Ingin terjun saja!
seperti pena, ingin menoreh
seperti sesuatu, ingin memahami.
sesuatu yang bukan sekedar kebenaran
sesuatu yang bukan ala seseorang ...
langit turun kepada awan
awan kepada mendung,
mendung akan keindahan ...
melukiskan buih pada garis pantaimenggerus habis karang tegap
Menarik sekuatnya pada lelaki itu.
seperti kisah ...menimbulkan rasa,
Ingin terjun saja!
seperti pena, ingin menoreh
seperti sesuatu, ingin memahami.
GAMA
Lega dirasa saat itu
Embun turun membasahi lelah
disekujur tubuh
Pulasnya aku tertidur
Diteduhi rasa sakit yang kunjung reda
Terjaga dari buruknya pandangan mataku
Rangkulan tanganmu kepada bahuku
Kepalamu yang terkulai manis kepada dadaku
Saling menopang, menggantikan
Tiada peran yang terlewatkan
Tiada tubuh jatuh yang tak tertopang
Tiada tangan luka yang tak tergantikan..
Embun turun membasahi lelah
disekujur tubuh
Pulasnya aku tertidur
Diteduhi rasa sakit yang kunjung reda
Terjaga dari buruknya pandangan mataku
Rangkulan tanganmu kepada bahuku
Kepalamu yang terkulai manis kepada dadaku
Saling menopang, menggantikan
Tiada peran yang terlewatkan
Tiada tubuh jatuh yang tak tertopang
Tiada tangan luka yang tak tergantikan..
Semangat Kawan
Semangat kawan
jiwamu yang haus akan berakhir
jiwamu yang sepi akan riuh
Kawan, terjagalah dalam semangatmu
Semangat kawan
tak akan ada iblis yang enggan mengusikmu
tak akan ada kenikmatan yang enggan memanjakanmu
Kawan, terjagalah dalam semangatmu
Semangat kawan
kemas semua perbekalanmu
kita hendak maju perang
siapkan semua ketegaranmu
hatimu akan goyah oleh hujatan saudaramu
Kawan, terjagalah dalam semangatmu
jiwamu yang haus akan berakhir
jiwamu yang sepi akan riuh
Kawan, terjagalah dalam semangatmu
Semangat kawan
tak akan ada iblis yang enggan mengusikmu
tak akan ada kenikmatan yang enggan memanjakanmu
Kawan, terjagalah dalam semangatmu
Semangat kawan
kemas semua perbekalanmu
kita hendak maju perang
siapkan semua ketegaranmu
hatimu akan goyah oleh hujatan saudaramu
Kawan, terjagalah dalam semangatmu
Wanita dan Matahari
Sore ini, matahari turun
menyelinap masuk di balik gunung-gunung
seraya kumandang adzan maghrib mengindahkan jalannya.
Sore ini, debu-debu jalanan menjadi saksi
sosok wanita sibuk dengan lamunannya
ketangguhannya lekat di bahunya
bayangan masa depan menggantungi sayu redup matanya.
Sore ini, matahari lelah bersinar, mungkin?
Sore ini, wanita itu letih menopang beban, mungkin?
Namun tidak dengan esok nanti,
layaknya matahari, mengarungi hari,
sang wanita itu kembali bersinar
cahayanya menjamah hari-hari ..
menyelinap masuk di balik gunung-gunung
seraya kumandang adzan maghrib mengindahkan jalannya.
Sore ini, debu-debu jalanan menjadi saksi
sosok wanita sibuk dengan lamunannya
ketangguhannya lekat di bahunya
bayangan masa depan menggantungi sayu redup matanya.
Sore ini, matahari lelah bersinar, mungkin?
Sore ini, wanita itu letih menopang beban, mungkin?
Namun tidak dengan esok nanti,
layaknya matahari, mengarungi hari,
sang wanita itu kembali bersinar
cahayanya menjamah hari-hari ..
Subscribe to:
Posts (Atom)