Wednesday, November 13, 2013

Pulanglah 'Nak ...

Hingga aku tampung senyummu
dan meluap-luap di atas tangan rindu
meraba sela-sela jariku
dipercikannya kepada bumi
yang haus belaian kasih

Kamu seperti tangisan anak kecil
mengubah dirimu menjadi sosok merona
pergi, menghabisi keresahan hancur

Entah alasan apa
tetesan mendung langit itu
turun bak linangan air mata
menderu-deru gemuruhnya
mendayu-dayu rintikannya

Kembalilah ke atas langkah kakimu
kantung matamu lapar akan cahaya jendela
tubuhmu terhimpit ruang sempit
tanganmu rindu pada pintu usang
menuju bentangan cakrawala
Kemari dan renggut kembali tawa dambaanmu

Di Pupil Mata

Sepasang matahari pagi di pupil mata
Merambati pori tubuh
Menjangkaui halus bulu-bulu

Cakrawala sempit jadinya
Karna sebintik cahaya di timur ujung
Intip-intip di balik rimbunan subuh

Ini bagai puisi
Mencurahkan maknanya
Menyimpan ribuan kata tak ungkap
Kata rindu yang menjadi candu