“Yeeay…!!! Lulus 100%...!!!” Kira-kira begitu sorak kegirangan
siswa-siswi SMA yang merayakan kelulusannya. Selasa, 20 Mei 2014, siswa-siswi
SMA sederajat menerima pengumuman hasil Ujian Nasional. Bagaikan tradisi
leluhur, coret-coret baju menjadi aktivitas wajib di dalam momen ini. Setelah
puas melukis diri dengan semprotan pilok dan tanda tangan di sekujur tubuh,
beranjak kepada tradisi selanjutnya yaitu pawai. Mereka turun ke jalan-jalan
dengan motornya yang seolah turut antusias meramaikan momen ini dengan seruan
knalpotnya. Begitu gaduh, kadangkala ricuh.
Euforia para pelajar ini bak Tim Manchester City merayakan kemenangan
dramatisnya di Liga Inggris, sungguh romantis, masing-masing dari mereka ada
yang merasakan haru, senang, bersyukur, bahkan sedih karena tersadar tidak akan
berjumpa lagi dengan teman-teman setertawaannya. Namun memang itulah yang
menjadi warna-warni dari hasil pengumuman kelulusan ini.
TK, SD, SMP, sampai SMA, seberapa banyak ilmu yang sudah kamu dapatkan?
Ilmu apa saja yang sampai sekarang masih menggema di ingatanmu? Masih lupa??
Hehe… Bahkan tidak cukup sampai SMA, masih ada perguruan tinggi sebagai tempat menimba
berbagai macam bidang studi. Dari SMA lanjut ke perguruan tinggi, dengan cabang
ilmu yang begitu banyak, sepertinya akan begitu membimbangkan seorang bakal
calon mahasiswa. Bisa-bisa karena itu juga, seorang lulusan SMA memilih bekerja
dan vakum sejenak dari pendidikan formal, entah sampai kapan.
Seusai seru-seruan pesta kelulusan, jalan tempuh masih panjang. Seorang
pelajar lulusan SMA akan menentukan arah perjalanannya. Dari berbagai sumber
informasi, saran dan bla bla bla ia
menimbang-nimbang, menemukan tujuan kemudian mulai bergerak. Terkhusus untuk
yang hendak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, ia akan menemukan cabang
ilmu-ilmu luas membentang.
Ada saja yang mendasari seseorang memilih bidangnya, pilihan orang tua
kah? Kesempatan kah? Segi finansial kah? Atau minat? Setiap pilihan ada sisi
buruknya. Boleh jadi peran orang tua sangat penting, jika tidak mementingkan
ego-nya, orang tua bisa membantu mempertimbangkan sang anak dengan optimal.
Atau jika ia beruntung masih memiliki hubungan baik dengan guru BK sewaktu di
SMA, yang kemungkinan besar pandangan beliau lebih luas mengenai dunia
pendidikan dan prospek ke depannya. Bisa jadi juga beliau dapat mematangkan
setiap keputusan yang akan diambil.
Ingatkah apa guna kita bersekolah dari TK
sampai SMA? Jika ada yang berkata sejak SD hasil belajar kita diukur dengan
nilai, itu benar, tidak dapat disalahkan, tetapi juga tidak sepenuhnya benar.
Terkadang kita lalai, bahwa segalanya tidak bisa diukur dengan nilai hitam di
atas putih. Bersekolah juga bagian dari kehidupan, bersekolah juga merupakan
bersosialisasi, maka dari sanalah kita
belajar tentang hidup, hidup bersosial, hidup sebagai pencari ilmu.
Sekalipun kesuksesan tidak hanya dicapai melalui bersekolah, tetapi dari
situlah kita mempunyai point lebih, tidak
sekedar mengerjakan soal atau PR, kita belajar membiasakan diri menyelesaikan
masalah. Di sisi lain, kini sekolah juga menyediakan berbagai wadah untuk tiap
siswanya mengembangkan potensinya, sehingga otomatis mereka juga perlahan tahu
apa bakat dan minatnya. Bisa dibilang pendidikan formal tidak melulu
membicarakan Matematika, Biologi, Sejarah, dsb, tetapi juga mencakup
pengembangan diri seseorang. Maka dari itu, ada baiknya jika seorang pelajar
atau mahasiswa tidak hanya terpaku pada akademik, tetapi juga pengembangan diri
atau hal-hal pendukung yang bersifat non-akademik. Sekali lagi, hasil belajar
tidak mutlak diukur hanya dengan nilai akademik, karena menuntut ilmu tidak
bersifat kaku, yaitu terpancang di depan papan tulis dan duduk terpaku di
bangku.
Jadi, tentukanlah tujuanmu berilmu. Sekedar menjadi orang terdidik,
dengan bukti transkrip nilai “Sangat Memuaskan” atau orang terdidik sekaligus
terlatih? Berilmu tidak selalu tentang akademik, dari keseharian di luar kelas
saja kita bisa memperoleh banyak ilmu serta penerapannya. Apa lagi ditambah
lagi kita seorang pelajar atau mahasiswa, boleh jadi berlipat ganda pelajaran
yang kita dapat, dari dalam maupun luar kelas. Kita dapat menerapkan ilmu kita
untuk kebaikan diri sendiri terlebih orang lain.

