Berlari adalah sikap wajib kakiku
Menghantam adalah tindakan mutlak lenganku
Dihujam adalah perlakuan abadi kepada dada dan punggungku
Akulah pedang, menerkam kubu-kubu lawan.
Liang keduniawian mengacu padamu
Lengkungan fana akan kematian jasad termakan pedang
Emas, berkilau, tiada setara dengan bulan
Adalah cawan, kau manis berdiam sarat keanggunan.
Bukan jarum, melainkan pedang dengan pedang
Bahkan gada dan tongkat, aku di hadapannya
Sang Goliat kumatikan besarnya, bungkam!
"Pecundang" lekat tertidur bersama sosoknya
Dan kau, kau bukan lawan, hanya saja berlawanan
Kau memataharikan kau, membakar ganas air mata
Palungan Sang Anak terbaring membawahi bintang Timur
Menjadi tampungan luapan asa yang patah
Aku adalah pedang, kau adalah cawan
Sekalipun aku patah terhunus pedang lain,
kau menampung manja darah dan rengekan.