Tuesday, July 29, 2014

Tren Masa Kini

Anda yang menemukan kosakata baru yang lebih meremaja
Kemudian Anda jadikan kaos untuk diri Anda
Seperti mengikuti tren masa kini
Kata-kata Anda juga musiman layaknya tren duniawi

Oh Anda yang Maha Pandai
Oh Anda yang Maha Rapih dan Tata
Demokrasi begitu menyengat baunya di ujung paku pencoblos
Demokrasi begitu pekat warnanya di ujung jari 

Seperti tren masa kini
Dan waktu akan menenggelamkannya sampai tak lagi berbau

Ya, Anda yang banyak memiliki lawan
Iya, Anda yang acapkali su'udzon kepada kaum seberang
Mata Anda memang banyak, telinga Anda berpasang-pasang
Gegara angka-angka
Anda buruk berprasangka
Jelata tergugah tak menyangka
Kian tampak aslinya muka

Dan Anda, para aktor
kawakan
Sekali lagi Anda adalah tren, tren musiman
Bibir-bibir Anda sangat dekat dengan telinga kotor jelata
Hingar bingar janji bagai semarak kembang api
Meletus indah di langit kemudian lenyap sudah

Anda semua adalah tren masa kini
Masa yang akan datang? Lihat saja nanti

Friday, July 11, 2014

Ada pagi di pelupuk mata

Ada pagi di pelupuk mata
Terbit diantara sibakan kelopaknya
Ada pagi di pelupuk mata
Butiran embun sesekali timbul darinya

Selayak pagi yang tiba dengan sendirinya
Serupa surya terbit tanpa perjuangan
Semudah cahaya bersinar melingkupi
Sebegitu bermurahnya Tuhan memberkati

Demikian aku tanpa perlawanan
Masih ada pagi di habis tidurku
Seringan membuka mata di pejaman
Bersyukur langitku tak berhujan peluru

Perang Agama atau Perang Kekuasaan?

(Ora meh memihak)
Perang ini berlatar belakang apa? Kadang dikait-kaitkan dengan agama (soalnya barangkali ada hal lain). Dilihat-lihat, berita yang dibawa media sesampainya di negeri kita "Indonesia" adalah keadaan mengenaskan saudara kita yang ada di Palestina. Kemudian diikuti dengan foto-foto anak kecil yang tewas berdarah-darah(ada yang bilang itu adalah korban tewas yang disebabkan hal lain/atau perang lain, ada yang bilang foto itu memang sudah ada di google sejak lama). Untuk pandangan subyektif saja, gambar orang beribadah di tengah perang mungkin lebih memotivasi kita.

Isu yang santer diberitakan adalah Israel menyerang Palestina. Habis-habisan, tak pandang umur siapa yang kena itu roket. Sedangkan isu yang tak terlalu santer adalah ada warga-warga Israel yang diculik(kemudian tewas) oleh Hamas, dengan kata lain itu perang antara Israel dengan Hamas. Itu kaitannya dengan politik. Nah bisa jadi timbul isu SARA bila memasukkan agama dalam hal ini.

Teori "Ayam dan Telur", ayam dan telur 'disikan endi'? Itu juga simpang siur, siapa duluan yang memulai. Karena ada sebab dan akibat, bisa jadi yang selama ini kita anggap salah, brutal dan jahat, ada background yang menyebabkan ia bertindak seperti itu. Kadang itu membuat kita dengan mudah mencaci, bahkan mendoakan yang jelek(menyumpahi, mengutuk).

Mungkin baik jika kita mendoakan saudara yang 'disana' dan tidak termakan berita yang menampilkan satu sisi. Sehingga kita mau doa pun murni tidak ada kebencian kepada pihak yang satu. Bahkan yang mau sok rohani pun, doanya tidak ada embel-embel 'tempatkanlah mereka ke neraka' pada pihak seberang.
(Dadi yen meh ngewenehi dukungan, opo wae iku, yo dukung wae, orak usah melu-melu anyel, geger, mogleng-mogleng, horok-horok, ngukur dalan, lan sak piturute) -_-