Mataku akan mencurimu
Kubawa kau dalam pejaman
Kutelanjangi kau demi sebuah ingatan
Dorongan gelora perkenalan
Cangkang yang mengangkangi kura-kura
Aku akan tempurung bagimu sejahtera
Langit yang menggagahi ibu pertiwi
Cintaku akan selalu pagi untukmu yang sejati
Wednesday, March 23, 2016
Saturday, March 12, 2016
Merpati, Lebah, dan Kucing
Jarum-jarum jam bersenja gurau
di sekitaran angka empat
aku bersama kopi dan sore yang
makin membarat
Seekor merpati berkata padaku
‘sudahlah, inilah kehidupan
yang selayak-layaknya
bebaslah, terbanglah tinggi, bangun
sarang megah nan aman,
tinggalkan semua yang di bawah
sana, tempat kotor dan najis.
Biar sisanya Tuhanku yang atur
dan pelihara hidup.’
Ia berkata melalui sayap-sayapnya
yang mengepak mengudara di cakrawala
Lalu seekor lebah mengomel
padaku
‘ayolah, bagaimana bisa kau cuma
duduk di sini?
Hidup ini singkat, bekerjalah
dan layani Tuanmu!
Dimana rekan-rekanmu bekerja,
sementara kau nikmati kopi?
Sebelum kopimu basi, mungkin
kau sudah mati tiada yang mengingat.’
Ia berkata melalui kawanannya
yang berbondong bergegas mencari sari bunga
Dan seekor kucing bergumam padaku
‘aduh, repot amat hidupmu?
percaya atau tidak, aku hanya
tidur, sesekali merengek minta makan
Tuanku sudah sediakan
keperluanku! Kalau Tuanku tidak ada,
akan dan tetap ada tuan-tuan
yang lain yang menaruh iba untuk hidupku.’
Ia berkata melalui tidurnya
yang lama di atas sofa empuk
Bersama benamnya sore, aku mati
di dalam kopi
Berharap bisa mentas darinya
dan bergerak ke tepian mimpi
Sunday, March 6, 2016
Tangan
Ini
tanganku, bersama dahaganya mencekik
Dan
jemari meronta berbisik
Ingin
melayangkan satu dua gedik
Dan
mengepalkan amarah memekik
Mencakar
raut muka jijik itu
Kuku-kuku
akan menembus bola mata
Memecahnya
dan mencukil bersama cairannya
Sungguh
benci-benci ada di ujung jari-jari
Seperti
nanah membusuk yang leler diantara selanya
Kepalan
tanganku benar hasrat meremukkanmu
Kepalamu
di dalam kepalanku
Tulang
telinga yang menyumpalmu dari segala kebaikan
Lalu
mulut pencacimu yang melubangi setiap hati
Pasti
akan kuremukkan, kuremukkan
Keangkuhan
itu akan kutundukkan di bawah kakiku
Sila
meratap, lalu menyesal,
rebahlah
bersama selaksa dengkiku
Biarlah
dosa di sekujurku
Biarkan
kerongkongan tanganku alami kelegaan
Serta
hatiku kenyang dalam pekikan-pekikan dendam
Biar
alir darahku membencimu sementara waktu
Subscribe to:
Posts (Atom)