Thursday, March 27, 2014

Bambu-bambu berbicara

Harap-harap cemas
Haha...
Bagaimana jika satu lagi kasmaran dinodai jarak? 
Senantiasa dibutuhkan pembiasaan

Bambu-bambu itu selalu berdecit kala angin mengusiknya
Bukti bahwa mereka dekat
Bukti bahwa mereka berbicara satu sama lain
Sekalipun helai-helai daunnya gugur
Namun mereka tak tumbang.
Karena apa? Karena dekat, rekat, saling memperkuat. 

Akan tetapi, 
Benarkah manusia sesederhana bambu dirundung angin? 
Jika jarak adalah angin, mungkin kah ia membuat manusia berdecit dengan cintanya? 
Iya, sebagai bukti mereka berdua masih eksis dalam peluh berkasih-kasihan.
Decit sebagai bukti mereka dekat, rekat, saling memperkuat ...

No comments:

Post a Comment