Friday, May 29, 2015

Asa Bapak

Kala itu kamu begitu kecil
Tampak terheran-heran dengan semua yang kamu lihat
Bulat matamu belum akrab benar dengan dunia

Kamu ingin gapai ini, kamu ingin gapai itu
Kamu ingin mencicip segala yang di genggamanmu
Kamu masih berdiri di tumpuan lutut

Suaraku menyeruak kala aku tak tahan memendam marah
Marah dari sebegitunya aku menyayangimu
Marah dari sedemikian rupa aku mengasihimu

Mataku terlampau rabun menyaksikan kokohnya dirimu kini
Telingaku kurang merungu suara paraumu itu
Tanganku terlanjur kasar menyeka keringat perjuanganmu kini
Lututku merapuh sekedar mengenang lagi kamu di pangkuanku

Dan aku yang akan bersiap kehilanganmu, bukan kamu
Sebab tiada lagi aku harus mencapai sesuatu.
Lipat tanganku, permohonanku, tangis doaku,
kumuarakan ke mahligai suci Tuhan
dan mengalirkan harapan terindah untukmu, anakku...

Sunday, May 24, 2015

Ada yang Bilang

Ada yang bilang bapak galak
Tebasan tangannya seperti kapak

Ada yang bilang ibu cerewet
Sekalinya ngomel bakalan awet

Ada yang bilang kakak sok bijak
Aku disuruh-suruh seperti sapi bajak

Ada yang bilang adik egois
Tak keturutan serulah ia menangis

Cinta tak melulu berjalan mulus
Sesuatu rumit ini begitu subyektif
Tapi cinta mereka tak pernah libur

Ia ada di dalam luka memar,
Ada di balik kemarahan,
Terkandung di dalam aturan,
Ataupun tertetes di setiap rengekan manja.