Wednesday, August 26, 2015

Mabuk Asmara

Mungkin saya ngelindur
berucap kata jadi ngelantur
berpikir liar tak diatur
tak seperti bidak catur

Hari itu rekan-rekan sedang mabuk
minum-minum tengguk demi tengguk

Sejadi-jadinya ia punya muka-muka
tampaklah ia punya lobang lara duka

Tergelepak ia punya topeng 'tegar'
Terpampang ia punya hati 'ambyar'

Sejatinya selama hidup ia marah
Genggam jarinya dialir amarah
Namun dunia menuntutnya ramah

Selalu ada alasan untuk bermalas
Dan mencari sebab untuk tidur pulas

Namun katanya,
Ia tidak punya alasan untuk mencinta
ataupun sekali saja berpikir dusta
jika ia telah mencinta
yang konon tak diridhoiNya

Roman

Dalam roman disuguhkan antagonis dan protagonis
Keduanya saling terhubung dan membangun gundukan masalah
Meskipun berlawanan, namun itulah seni kehidupan

Sekarang bagaimana dengan kenyataan
Macam tokoh ini selalu samar
Siapa protagonis siapa antagonis

Bagaimana jika diam-diam aku antagonis
Mengganggu langkah-langkah orang
Parasit hidup si protagonis
Keberadaanku mengeringkan tulang

Seseorang akan menganggap dirinya pejuang
Pejuang akan suatu tujuan
Namun tak sadar juga menjadi penghalang
Penghalang orang yang juga berimpian