Saturday, December 27, 2014

Di Ujung Bahagia


Kepada apa aku bertolak
jika aku hanya tergantung dan melayang
Atas dasar apa kau menggugurkan
Yaitu aku daun jatuh menjauhi ranting
dan tanah menjadi peraduanku

Angin menjadikannya sepoi
melunglai langkahku dibuatnya
sebelum busuk aku terurai bumi
ikhlas adalah kuncinya

Di ujung bahagia lalu, kau terwujud api
adalah bara yang menguapkan pilu di mata

Di akhir senyum lalu, kau terwujud nyanyian
maka aku ketukan pengiringnya
dan jadilah badai kemeriahan

Dan di akhir sapaanmu, kau pernah diam
membuat diam itu berarti memalingkan muka
membuat diam itu berarti tiada tawa
membuat diam itu berarti diriku sendiri.

Wednesday, December 10, 2014

Hantu kecil di pojokan kamar


Hantu kecil di pojokan kamar
Memandangi lalu lalang gadis orang
Keberadaannya begitu samar-samar
Diam saja, tak kuasa tangan memegang

Ia dijangkit cinta kepada manusia itu
Oleh sebab ia tak tampak, cintanya pun tak berdampak
Oleh sebab ia hantu, cintanya pun tak 'kan menyatu
Hantu kecil tertahan disiksa waktu
Mengemban cinta tak bisa menyentuh

Hantu kecil di pojokan kamar
Begitu remeh, hadirnya tak pernah nyata
Dari aroma ia mulai menyapa gadisnya
Dari pensil yang berpindah meja ia membercandai
Dan bernyanyi dari petik-petikan dawai

Tak ada yang bisa diusahakan untuk memiliki
Terbatas lakunya sebab ia tak pernah ada meski selalu hadir
Cintanya ialah kesia-siaan yang akan menakuti
Karna gadis orang itu hanya untuk dipandang dalam talian takdir

Monday, December 8, 2014

Hadiah

Bayi singa atau singa dewasa
Tetaplah singa, tumbuh menua dan besar mengganas
Melulu begitu

Ulat, terlihat diam
Pada waktunya, bukan sesuatu yang tua
Justru ia menjadi sesuatu yang baru,
Mengibaskan sayap dan bebas terbang.
Hadiah perkembangan.

Kedewasaan menjadi hadiah
Dari hari-hari berat yang berhasil disikapi dengan indah
Dan menganggap kesemuanya hal lumrah
Karena ia paham hidup memiliki bagian susah
Karena ia sadar hari lusa akan lebih memancing amarah

Ada terucap:
... lelaki hanyalah bayi yang terus tumbuh dan menua,
bukan berkembang ...

Maka hakikat 'kedewasaan adalah hadiah' itu muncul
Ialah yang memilih tidak alakadarnya tumbuh dan menua
Melainkan ia yang juga memilih untuk berkembang

Monday, November 24, 2014

Hujanku tertahan di langit Sabtu

Hari ini aku sungguh bersyukur
Panjatan doa dan laguku terterima di sana
Sebagai wujud bahwa kupercaya doa itu manjur
Aku benamkan kotor pikiran mengelana

Tengadah doa timbulkan harapan baru

Dan hujanlah hadiah perjuangan jiwa yang kering
Dari sulutan api terlampau mengkobari sesampingku
Maafkan ulah tangan dan langkah kakiku

Hujanku tertahan di langit Sabtu
Kini bebaslah ia merinai tanahku

Saturday, November 8, 2014

Kepadanya


Mataku tercelik,
berpaling dari malam kepada pagi
Mataku bersinar,
tatkala pintu tersingkap
dan cahaya fajar riuh berebut masuk

Akankah ini berubah,
ketika aku terbaring
ada seorang yang lain
terlebih dahulu menyapaku
mendahului fajar menyapaku?
Ketika cahaya mentari tak lagi membangunkan?

Aku rindu untuk pergi dari lingkar kebosanan
Dan berpaling kepada jiwa penuh damai

Kepadanya,
yang menilik habis sisi gelapku
dan menutup lubang kosong
diubahnya menjadi bahtera sempurna