Tuesday, December 1, 2015

Tak Bersenja Satu

Kukira kau dan aku adalah senja
Yang indah meranum merah

Berniscaya kita berakhir menjadi senja
Yang mana orang selalu damba dan mengabadikannya
Sampai-sampai dilukiskan dan dilagukan
bersama secangkir kopi

Menyangkakan kaulah matahariku,
aku langitmu, yaitu tempatmu bersinar
ataupun sebaliknya
Lalu bertemu satu dalam tetapan takdir, senja.

Tetapi apa,
ternyata akulah orang yang damba itu
melagukan senjamu bersama kopi
Dan bukanlah senja