Dia hadir
dengan membawa pensil-pensil warna kusamnya
Setengah panjangnya, tumpul ujungnya
Kehadapanmu, yang juga empunya pensil warnamu sendiri
Setengah panjangnya, tumpul ujungnya
Kehadapanmu, yang juga empunya pensil warnamu sendiri
Gembira
hatinya, dia tawarkan diri
untuk menggabungkan pensilnya dengan kepunyaanmu
maksudnya begitu anggun
Agar kalian berdua menyatu, dan menjadi penuh warna
untuk menggabungkan pensilnya dengan kepunyaanmu
maksudnya begitu anggun
Agar kalian berdua menyatu, dan menjadi penuh warna
Baur-baur
warna kalian ciptakan dengan indahnya
Tiada lagi warnamu maupun warnanya
Kini warna-warna itu milik kalian,
luar biasa mengimingkan mata
Tiada lagi warnamu maupun warnanya
Kini warna-warna itu milik kalian,
luar biasa mengimingkan mata
Namun,
wewarnaan itu tidak pada tempatnya
Kalian berdua sama baik, masing punya warnanya
Kalian berdua sama baik, masing punya warnanya
Sadarkah
kau sekedar punya kesamaan,
memiliki pensil warna,
bukan kertas, ataupun kanvas.
memiliki pensil warna,
bukan kertas, ataupun kanvas.
Sadarkah
dia hanya perlu kau,
sebagai pengaya warnanya,
kau bukanlah tempat,
tempat akhir dia meletakkan seluruh warna kehidupannya...
sebagai pengaya warnanya,
kau bukanlah tempat,
tempat akhir dia meletakkan seluruh warna kehidupannya...
