Untuk sore yang menyambut malam
Juga mendung di bawah bulan
Aku mendongak kepadamu
mengirim helaan nafas panjang
Untuk burung-burung yang kembali kesarang
Juga kebahagiaannya akan semesta hijau
Aku bersuka atas hidup,
sedemikian rupa burung di langit
terpelihara hidupnya
Sunday, September 29, 2013
Bolehkah aku singgah ke kediamanmu?
Bolehkah
aku singgah ke kediamanmu?
Tanpa
sedikit pun buah tangan di genggamanku?
Justru
kubawakan pena rusak yang direkati harapanku untuk kau perbaiki.
Aku
kosong tanpa ini.
Aku
tak berkarya.
Aku
tak menatap keindahan.
Aku
tak berbalut kenyamanan.
Kau,
rangkailah seperti semula pena itu ada.
Bantu
aku. Aku tak tahan lembaranku kosong, kering tak tergoreskan indah.
Aku
tlah memulai (...) dengan amat buruk.
Ingin
kutemui keindahanku yang pergi di akhir cerita.
Thursday, September 5, 2013
Dunia dan Pengorbanan
Dunia begitu melemahkan
Kehidupan tidak menjajikan
Penduduknya hanyalah daging bernyawa yang penuh lubang
Apa yang bisa dipercaya darinya?
Tiada jaminan ketentraman
Buaiannya melegakan selama kedipan mata
Semangat kekeluargaan yang digembor-gemborkan mungkin sedang diperjuangkan keutuhannya kembali
Daun kering turun kepada lantai bumi
Menjadikan dirinya busuk
demi hidup keutuhan pohon itu
Itulah pengorbanan
Sukacita seharusnya menjadi buah segar dari pengorbanan
Kehidupan tidak menjajikan
Penduduknya hanyalah daging bernyawa yang penuh lubang
Apa yang bisa dipercaya darinya?
Tiada jaminan ketentraman
Buaiannya melegakan selama kedipan mata
Semangat kekeluargaan yang digembor-gemborkan mungkin sedang diperjuangkan keutuhannya kembali
Daun kering turun kepada lantai bumi
Menjadikan dirinya busuk
demi hidup keutuhan pohon itu
Itulah pengorbanan
Sukacita seharusnya menjadi buah segar dari pengorbanan
Subscribe to:
Posts (Atom)