Sunday, January 12, 2014

12-01-2012

Tak pernah hadir dalam sapaan kepada telingaku
Tak sekalipun datang ke dalam pikiranku
Tak teramu bahkan dalam hati, sekalipun tidak
Engkau sobat kecil tertua dalam kesaksian mataku memandang semesta
tewas ke atas palungan damai kotak berukirkan salib
menyerah kepada si jahanam dunia

Ragamu yang tersisa kini tak lagi kau!
Terkulai dalam balutan jas dan kitab dalam genggaman rapi
Dan itu tak lagi kau, saudara…

Isak, deru, jeritan, itulah musik kematianmu
Merdu sekali hingga iringan terakhir di pembaringan
Berserulah mendung turun kepada hujan
Berserulah mata kepada percik airnya
Berserulah lidah ini menjelma terasering doa-doa

Sekali lagi kau adalah hebat
Dengan atau tanpa aku, sobat
Bila kau hadir, kusapa kau itu kupikir
Bila kau tak datang, surga beri aku ruang

Tuhan sekali-kali tak tampak,
sama seperti kau berkawan angin
DamaiNya terbaik senantiasa dirasa
Belaian terindah ada padamu

Wednesday, January 8, 2014

Embun Untuk Bangku Taman

Pagi menjemput malam
Simbol datang cahaya siap menyulam
Kadang mendungmenciptakan kelam
Cinta pagi lalu hanya bergumam

Sinar mentari mengusik langit gelap
Menjadikannya saksi bangku sunyi terlelap
Dan taman gubahan pangkuannya
Kemudian embun riuh menyambut-nyambutnya

"Oh bangku taman, engkau hanya mangu terdiam"
Gerutu embun sebab pagi membangunkannya
"oleh sebab apakah, aku hanya datang menghampiri kala pagi ?
lalu aku lenyap di makan terik harimu,
juga terhapus oleh cinta para penggila nyaman sosokmu"
kemudiania pergi dan berharap hari kembali pagi

Embun untuk bangku taman
Embun hanya karat baginya
Yang tak lain juga temannya

Pagilah masa penuh cinta
Dikala bisa bersapa dengannya
Oh bangku taman, aku hadir untukmu sesekali
sisanya itulah murni kau hidup
kemudian aku menguap dan mengawan-awan di atasmu
hanya menatapmu, dan sesekali kusapamu dalam rintik hujan
sesekali kuteriaki rindu dalam rindang deras hujan”

“sekalipun engkau renta olehku,
aku tiada mampu mengelak darimu
pagi selalu ada, maka aku ada,
bukan hubungan baik karna aku merugikan
hendakkah kau senantiasa menerima
sebagai kawan sapaan untukmu?”
deruan embun untuk bangku taman
sebelum matahari menguapkannya kepada atap bumi