Hai, lama tak kusapa matamu
Tak teringat kapan terakhir kalimat-kalimat kita saling berpagutan
Adakah rindu dari jemari tanganmu memeluk tanganku?
Adakah kudengar suara petikan gitar dikumandangkan bersama?
Nafasmu berakhir terlalu cepat, teman
Kau tak menemuiku sebelum ada "Selamat tinggal" merasuki aku
Kukira ini yang terindah
Untuk semua,
yang telah tercipta
Kawan, turunlah, singgahlah kepada lelap tidurku
dan kepada pintu yang rindu kubukakan untukmu
Friday, August 30, 2013
Tuesday, August 20, 2013
Kebohongan kepada Mata
ia melihat awan selalu tampak putih...
Di sisi lain, aku melihat awan selalu hitam gelap...
Bagaimana jika putih adalah hitam, dan hitam itu putih?
Apakah siang itu malam?
Adakah kebohongan di wajah alam...
Bila benar siang adalah malam, dimana matahari akan berjalan...
Bila benar siang adalah malam, disitulah matahari dengan bulan bercumbu mesra...
Di sisi lain, aku melihat awan selalu hitam gelap...
Bagaimana jika putih adalah hitam, dan hitam itu putih?
Apakah siang itu malam?
Adakah kebohongan di wajah alam...
Bila benar siang adalah malam, dimana matahari akan berjalan...
Bila benar siang adalah malam, disitulah matahari dengan bulan bercumbu mesra...
Langit - langit
Hanya memandangimu,
Yang terdiam, dingin, hening
hendakkah kau berbicara?
sesuatu yang ingin kau siratkan, mungkin?
Yang terdiam, dingin, hening
hendakkah kau berbicara?
sesuatu yang ingin kau siratkan, mungkin?
Langit kamar
Andai kau mampu menampilkan pernik-pernik bintang
seperti langit di luar sana
Pasti ini akan luar biasa
Hanya saja pikiran dan tatapanku yang menempel padamu
Teriakan kemarahanku terlempar olehmu
Siapa yang terpikir?
Aku dan kau adalah pasangan diskusi.
Karna kau-lah kediaman dari rahasiaku, serta kuburan bagi rindu tak terucap
Andai kau mampu menampilkan pernik-pernik bintang
seperti langit di luar sana
Pasti ini akan luar biasa
Hanya saja pikiran dan tatapanku yang menempel padamu
Teriakan kemarahanku terlempar olehmu
Siapa yang terpikir?
Aku dan kau adalah pasangan diskusi.
Karna kau-lah kediaman dari rahasiaku, serta kuburan bagi rindu tak terucap
Kepada Tuhan
Kepada Tuhan, harapanku
menunjuk matahari
diantara bayang-bayang mendung
Kepada malam kuberbaring
meletakkan kepala
kepada ramah tempatku
KepadaMu,
Apa yang tak pernah kudengar, kulihat , dan tak pernah tersapa olehku,
aku berikan seutuhnya atasMu.
menunjuk matahari
diantara bayang-bayang mendung
Kepada malam kuberbaring
meletakkan kepala
kepada ramah tempatku
KepadaMu,
Apa yang tak pernah kudengar, kulihat , dan tak pernah tersapa olehku,
aku berikan seutuhnya atasMu.
Thursday, August 1, 2013
Batas Angan
Dari semula, sepoi angin kota ini menyambut
Dari awan runtut meneduhiku
Dari desir debu menjabat tubuhku
Sejak aku memegang gagang pintu
Sejak sinar pagi berebut merasuki ruang
Sejak nyanyian pepohonan menyapaku
Puisi-puisi yang tak kunjung terhantarkan
Tersambar linglung di lintasan angin
Kecap dan celoteh lidah tidak mewakili
Angan hanya gurauan dimakan angin
Angin yang menjadi batas anganku,
sekarang..
Dari awan runtut meneduhiku
Dari desir debu menjabat tubuhku
Sejak aku memegang gagang pintu
Sejak sinar pagi berebut merasuki ruang
Sejak nyanyian pepohonan menyapaku
Puisi-puisi yang tak kunjung terhantarkan
Tersambar linglung di lintasan angin
Kecap dan celoteh lidah tidak mewakili
Angan hanya gurauan dimakan angin
Angin yang menjadi batas anganku,
sekarang..
Subscribe to:
Posts (Atom)