Friday, December 1, 2017

Ruang

Hanya parkiran luas membentang,
tapi biang lala atau komidi putar tiada di sana
tiada alasan melipir apalagi mampir

Hanya pendopo,
tapi lantai dan atapnya tiada di sana
tiada cengkrama ataupun seduhan kopi

Hanya halaman rumah,
tapi rumahnya tiada di sana
tiada tempat lindung nan teduh

Kita hanya siapkan tempat berhenti
tapi tidak dengan hal yang bisa membuatnya tinggal
Kita hanya berikan ruang
tapi tidak dengan sesuatu yang bisa membuatnya menetap

Friday, November 10, 2017

Pemimpi(n)

Pemimpi(n), orang paling lemah
tapi wajib terlihat tangguh

si pembawa asa dan mimpi
walau hanya tersisa sebesar kobaran api lilin
target paling terlihat dilesat panah cacian kebencian

kau mungkin dibenci karena rangkulanmu terhadapnya
kau mungkin dicaci karena langkahmu bersamanya
kau mungkin mati karena pelukanmu untuknya

selami dalam dalam relungmu itu
jika api-nya sama dengan api dalam hatimu
jangan tinggalkan ia melangkah sendiri
membawa api seorang diri

Tuesday, October 10, 2017

Tua

Memang tidak mungkin,
satu rumah tua mohon kepada manusianya, "aku sudah mulai tua, gantikanlah tiang-tiang rentaku"
Tapi dia berbicara melalui decit pintu yang mulai reot,
debu tembok mengelupas, atau butiran kayu yang dirayapi.

Rumahku tak sadar membicarakan tua-nya dari basah yang menetesi kepalaku dari genting-genting bocor acap kali hujan.
Rumahku tak sengaja menunjukkan tua-nya dari angin yang lolos masuk menyisir kuduk dari jendela usangnya.

...
Ayah ibuku, mungkin saja bisa membicarakan tua-nya. Tapi ternyata mereka seperti rumah.
Mereka tak akan bicara, "kami sudah mulai tua, gantikanlah kewajibanku"

Ibuku tak sadar membicarakan tua-nya dari tiap bangun tidurnya mengaduh sambil memegangi pinggangnya.
Ayahku tak sengaja menunjukkan tua-nya dari paku, palu, dan perkakas yang masih berserakan karna lelah tak keruan lalu tak selesaikan menambal lobang jendela kamar ibuku.

Sebab mereka sebenar-benarnya rumah,
tempat pulang yang tak pernah membicarakan tua-nya,
dan cintanya menerus muda.

Tuesday, September 12, 2017

Rajutingatan

Dulunya, cerita ini bermula dari apa yang kau sebut kenal
dan jabat tangannya hanyalah sentuhan awal
namanya, bola matanya, suaranya, pelan merajut ingatan

Namun, terkadang kau baru sadar hasil rajutanmu ternyata indah
Meski 'niat' bukanlah kata pertama kali yang ada di dasar hati
Saking indahnya, rasa ingin memiliki
diasumsikan sebagai rasa yang alami

Mata, mula-mulanya asa
Hati, mula-mulanya rasa

Hadirlah dia dengan namanya setiap hari
Celoteh bibirnya merajai sanubari

Namun bagaimana, kini hanyalah ingatan
Dia yang memaling muka jadi keseharian
Tak apa bila rasamu-rasaku bukanlah satu persamaan.

Dia yang kusesal, dia yang kusenang.
Dia yang kusenang, dia yang kukenang.

Monday, August 14, 2017

Potret

Kau cuma bisa memotretnya, dari jauh,
lalu menyimpan rinci tentangnya dalam ingatan
kenyataan yang tersimpan adalah sekedar ingatan, bukan pengalaman,
bukan ia dan kau yang bersebelahan badan

Jengkalmu terlampau jauh, bila sekedar berswafoto
bersandingan senyum dalam satu petak gambar ialah potret kemustahilan
apalagi bersandingan hidup dalam satu petak rumah senaungan

Thursday, July 13, 2017

Serasi

Kau tahu, langit dan awan selalu tampak padu
seolah satu, antara putih dan biru
Nyatanya keduanya bergerak sendiri-sendiri
Ditiup angin ke sana lalu kemari

Dan sekarang aku tahu, sepasang memang serasi
seolah satu, mirip cangkir kosong lalu kopinya mengisi
Nyatanya keduanya hanya se(bentar)cangkir kopi
Berakhir cangkir tak berisi, kopi lenyap disesapi

Sunday, July 2, 2017

Pesan

Jangan takut jangan goyah.
Intimkan ibadahmu denganNya
Hari-harimu akan semakin sulit
Asa dan tekadmu kian diuji
Niatan baik dan itikadmu moga semayam di hati

Aamiin dan semoga
Yang terbaik
Untukmu pasti selalu ada

Selalu-lah tersenyum ayu
Agar kau tak layu
Faedah timbul dari lakumu
Ingat, bahagia tak selalu materi
Rahmat Tuhan bukti kasih sejati
Agar senantiasa kau rasa dan kau bagi