Thursday, October 30, 2014

Maka Aku Rindu ...

Untuk bintik hujan yang membekasi padang
Meski begitu mungil, ia bisa mencipta bekas
Di tempatnya jatuh, ia menumbuhkan benih
Maka aku rindu pada satu hal yang kecil itu

Untuk sekejapnya pelangi memukakan diri
Dalam kejap waktunya, ia menandai redanya deras badai
Sebagai pancaroba abu-abu langit kepada bebiruan cakrawala
Maka aku rindu pada sekejap masa itu

Untuk dentingan di jarum merah
Suara detiknya tak setenar ayam jago di subuhan
Namun ialah saksi bagi waktu-waktu ku terjaga dalam perjuangan
Maka aku rindu pada kesederhanaan itu

Datanglah di butiran hujanku
Lalu lenyap dan berbekaslah
Tumbuh, menjadi tanda yang indahnya terlihat orang
Hitung maju tiap detiknya sampai pengharianku selesai

Sunday, October 12, 2014

Diksi


Diksi mengaburkan interpretasi
Ancaman sanksi menjadi tak berarti
Putar-putar kosakata suratkan makna
Maksud dipendam, tutur manis di muka

Diksi mengubah suasana hati
Berapi-api nyala padam sejuk di sanubari
Samarkan noda yang kotori jemari
Tak seperti orasi, timbulkan reaksi

Diksi mengelabuhi kontemplasi
Beberapa kebenaran kini jadi negasi
Pihak-pihak awam mulai terintimidasi
Lalu, hanya debat negosiasi atau ambil aksi?