Tuesday, March 31, 2015

Masa Kecil Kurang Lama

Semakin kasar saja pundakmu kawan
Kulitnya menebal, seiring jidatmu yang bidang

Apalagi telapakan kakimu
Dipanggang aspal, perihnya tak berlaku

Dahulunya jemarimu runcing ramping
Sekarang kekar dan kasar, berbalut daging

Terlintas masa kecil dulu,
ribut-ribut main gundu.
Di terik siang terbangkan layang-layang
Tak digubris kumandang untuk sembahyang.
Waktu bermain diatur adzan maghrib
Pulang, jeda main sama sahabat karib.

Bagimu, tidak ada 'masa kecil kurang bahagia'
Yang dirasa hanya 'masa kecil kurang lama'


Tuesday, March 3, 2015

Diam-diam

Diam-diam hanyut dalam waktu
Sirnalah hadirmu tertelan lalu

Diam-diam mulai membatu
Tertinggal hanya namamu

Diam-diam semakin kesah
Kasih itu kini sekedar kisah

Diam-diam seperti sajak
Ukaramu hilang tanpa jejak

Perpisahan kini menjelma raksasa
Sedang cinta ini tak lagi perkasa
Cintaku dan milikmu selamanya puasa
Mengemban rasa, menahan asa, tiada kuasa

Berbincang,
merancang-rancang
Memandang,
menerawang-rawang
Diam-diam,
kini berubah diam.