Sunday, June 30, 2013

Di dalam gundah

Entah bagaimana lidah ini berbahasa
Menyusuri lorong karmina kosong
Alunan lirih menyerbu sanubari
Getaran rindu tersirat dalam baris hikayat
Kau tau rentetan gurindam seolah
Menghanyutkanku dalam perjumpaan tak kunjung nyata
Kau tahan ambisi menyelidiki lamunan diam
Dalam gundah kumerindumu
Dalam diam kuberharap

Hakim Maha Adil

Riuh kicauan burung
Gemuruh sabda-sabda alam
Bak peringatan kepadaku
Akan Engkau hadir diantaraku dengan pepohonan
Teriang, terbuai manja oleh lalu lalang angin
Jika 'ku mendapatkanMu,
hadirMu adalah anugrah, menyentuh dadaMu kekar
Bahu yang meneduhkan ricuhnya pikiran
Tatkala ku membaringkan kepalaku

Dari situ, aku mengeja awan
Saat itu, aku mengejar matahariku
Imajiku melayang, jauh meninggalkanku

Andai Kau benar berada
Andai benar aku Engkau
seperti anjing yang menjilat tangan tuannya
Onggokan dosa tlah kusiapkan untukMu
Begitu intim sampai-sampai daging bernanah tak rasa

Kawan-kawanku, ladangku, impian liarku,
di bawah kolong langit ini tercukupi

Sorak kemuliaan, sanjung dan isak tangis, itu milikMu, Hakim Maha Adil.