Saturday, December 7, 2013

Di Bulan Desember...

Cemara dan kelap-kelipnya telah terpasang
Pernik 25 Desember mulai merajut suasananya
Baiklah, mari mulai juga keceriaan kita.

Aku beserta gejolak di saku celanaku tak kunjung reda
Hujan di bulan Desember mulai mengikis rona merah
Matilah, senyumku terdesak cemberut pipiku.

Hendakkah pengertianku turun kepada cemara itu?
Boleh jadi natal akan mengkremasi air mata duka

Dibalik jendela rumah ada dingin mengetuk-ngetuk
Dan rimbunan pohon lain di luar seraya iri
kepada cemara di dalam rumah,
menikmati hangat nafas tawaan keluarga

Dan rona merah kembali
Indah sampai pada akhir senyum di bulan Desember...

No comments:

Post a Comment