Kampus ini melahirkan insan
tersaring
Meraih ranting-ranting untuk
sampai ke atas
Mencapai visinya, mencipta kobar
juangnya
Merangkak namun pasti
Merengek tak datangkan hati
Sekiranya bercampur aduk pada
kawan seranah seperjuangan
Setidaknya itu menutupi aku yang
menyela di sela ruangan
Nah, kulit kita si kuning,
kuningnya almamater
Mensejajarkan aku kepada satu
yang menjadi detik setiap hidupku
Setidaknya aku telah
mengkuningkan pakaianku
Meski itu menjadikan jemariku
malu menyentuh
Jas ringan yang memberi beban
Barang ini menghamburkan
pandangan
Aku “rapapa”
Kampus ini melahirkan insan
tersaing
Tersaing nama? Atau tersaing
eksistensi?
Semoga memang siap saing
Saing tak berarti saling memaling
Memaling muka dan lari seperti
maling
Ada sebal menghujani almamater
kuning
Menyulut mata dan telinga,
provokasi ke lubuk hati
Jika inilah hidup, maka bicaralah
tentang kedamaian
berdamai hati boleh jadi solusi.
No comments:
Post a Comment