Saturday, April 19, 2014

Ada Sebal Menghujani Almamater Kuning


Kampus ini melahirkan insan tersaring
Meraih ranting-ranting untuk sampai ke atas
Mencapai visinya, mencipta kobar juangnya

Merangkak namun pasti
Merengek tak datangkan hati
Sekiranya bercampur aduk pada kawan seranah seperjuangan
Setidaknya itu menutupi aku yang menyela di sela ruangan

Nah, kulit kita si kuning, kuningnya almamater
Mensejajarkan aku kepada satu yang menjadi detik setiap hidupku
Setidaknya aku telah mengkuningkan pakaianku
Meski itu menjadikan jemariku malu menyentuh

Jas ringan yang memberi beban
Barang ini menghamburkan pandangan
Aku “rapapa”

Kampus ini melahirkan insan tersaing
Tersaing nama? Atau tersaing eksistensi?
Semoga memang siap saing
Saing tak berarti saling memaling
Memaling muka dan lari seperti maling

Ada sebal menghujani almamater kuning
Menyulut mata dan telinga, provokasi ke lubuk hati
Jika inilah hidup, maka bicaralah tentang kedamaian
Macam mana otak menghakimi,
berdamai hati boleh jadi solusi.

No comments:

Post a Comment