Meski begitu mungil, ia bisa mencipta bekas
Di tempatnya jatuh, ia menumbuhkan benih
Maka aku rindu pada satu hal yang kecil itu
Untuk sekejapnya pelangi memukakan diri
Dalam kejap waktunya, ia menandai redanya deras
badai
Sebagai pancaroba abu-abu langit kepada bebiruan
cakrawala
Maka aku rindu pada sekejap masa itu
Untuk dentingan di jarum merah
Suara detiknya tak setenar ayam jago di subuhan
Namun ialah saksi bagi waktu-waktu ku terjaga dalam
perjuangan
Maka aku rindu pada kesederhanaan itu
Datanglah di butiran hujanku
Lalu lenyap dan berbekaslah
Tumbuh, menjadi tanda yang indahnya terlihat orang
Hitung maju tiap detiknya sampai pengharianku
selesai
No comments:
Post a Comment