Bukankah komat-kamit bibirmu itu
selalu menyeruakkan harapan dan asa baru
yang mana itu tampak dini dan baharu di setiap ujung waktu begini
selalu menyeruakkan harapan dan asa baru
yang mana itu tampak dini dan baharu di setiap ujung waktu begini
Gencar-gencar hati menyemangati diri
Buku harianmu kini bertahun baru
Yah, sebatas itu
Buku harianmu kini bertahun baru
Yah, sebatas itu
Bisa kau dengar,
sebagian asa-asa itu bagai terompet dan kembang api
Parau dan bising, setelahnya enyah
sebagian asa-asa itu bagai terompet dan kembang api
Parau dan bising, setelahnya enyah
Iya, setidaknya kau sempat menerompetkan harapan baru
dan mensuarkan pada jagad, bahwa harapan masih ada
dan mensuarkan pada jagad, bahwa harapan masih ada
No comments:
Post a Comment