Friday, May 29, 2015

Asa Bapak

Kala itu kamu begitu kecil
Tampak terheran-heran dengan semua yang kamu lihat
Bulat matamu belum akrab benar dengan dunia

Kamu ingin gapai ini, kamu ingin gapai itu
Kamu ingin mencicip segala yang di genggamanmu
Kamu masih berdiri di tumpuan lutut

Suaraku menyeruak kala aku tak tahan memendam marah
Marah dari sebegitunya aku menyayangimu
Marah dari sedemikian rupa aku mengasihimu

Mataku terlampau rabun menyaksikan kokohnya dirimu kini
Telingaku kurang merungu suara paraumu itu
Tanganku terlanjur kasar menyeka keringat perjuanganmu kini
Lututku merapuh sekedar mengenang lagi kamu di pangkuanku

Dan aku yang akan bersiap kehilanganmu, bukan kamu
Sebab tiada lagi aku harus mencapai sesuatu.
Lipat tanganku, permohonanku, tangis doaku,
kumuarakan ke mahligai suci Tuhan
dan mengalirkan harapan terindah untukmu, anakku...

No comments:

Post a Comment