Selama
ulat, di pohon yang satu
selera makanmu sama denganku
selera makanmu sama denganku
Lahap
demi lahap
Tahap demi tahap
Tahap demi tahap
Makan
apapun dimana kita hinggap
Merindukan kepompong kita
Hari kita seolah saling balap
Lalu kesenangan-kesenangan itu tercipta
Merindukan kepompong kita
Hari kita seolah saling balap
Lalu kesenangan-kesenangan itu tercipta
Tau,
namun memilih tinggal dalam kebodohan sampai akhir
Menganggap 'tau' adalah mula kesedihan dan khawatir
Ketidaktahuan memanipulasi waktu bahagia seolah tiada akhir
Menganggap 'tau' adalah mula kesedihan dan khawatir
Ketidaktahuan memanipulasi waktu bahagia seolah tiada akhir
Pada
kupu-kupumu, kebaruanmu itu
Engkau siap tinggal landas
Dunia baru, pijakan baru
Kelak mampirlah pada bunga-bunga pohonku
Engkau siap tinggal landas
Dunia baru, pijakan baru
Kelak mampirlah pada bunga-bunga pohonku
No comments:
Post a Comment