Memantulkan
apa yang sebenarnya menempel di mukaku
Apa
yang tak bisa kulihat karnamu aku melihatnya
Dan
mengerti apa yang dilihat orang bagaimana rupaku
Menolongku
menemukan dimana itu bahagia
Kata
orang bergembira itu pergi pantai
Dan
kau memahamkanku bahagia itu sesuatu dari dalam lalu ke luar
bukan
dari luar ke dalam,
sejatinya
bahagia sudah berdiam diri di hati
Dadamu
persis lautan
Sangat
dalam, aku akan takut tenggelam di dalamnya
mati,
dan tetap tinggal di dalamnya.
Begitu
luas, sehingga seluruh penat luber,
kepadanya
lalu bermuara
cukup
tampung segala, tiada kata luap
Lautan
persis dekapan
Dimana tumpahnya harap dan
ratapan
No comments:
Post a Comment