Dulunya,
cerita ini bermula dari apa yang kau sebut kenal
dan
jabat tangannya hanyalah sentuhan awal
namanya,
bola matanya, suaranya, pelan merajut ingatan
Namun,
terkadang kau baru sadar hasil rajutanmu ternyata indah
Meski
'niat' bukanlah kata pertama kali yang ada di dasar hati
Saking
indahnya, rasa ingin memiliki
diasumsikan
sebagai rasa yang alami
Mata,
mula-mulanya asa
Hati,
mula-mulanya rasa
Hadirlah
dia dengan namanya setiap hari
Celoteh
bibirnya merajai sanubari
Namun
bagaimana, kini hanyalah ingatan
Dia
yang memaling muka jadi keseharian
Tak
apa bila rasamu-rasaku bukanlah satu persamaan.
Dia
yang kusesal, dia yang kusenang.
Dia
yang kusenang, dia yang kukenang.
No comments:
Post a Comment