Bisakah aku tetap
bersenda
sementara si buku tua menganga meminta diraba setiap kalimatnya?
Kawan lamaku hanya
seperti satu buku tua nan usang ini,
selalu berkesan
ceritanya,
tidak berubah!
Selalu itu yang ada,
lembaran lembarnya usang,
debu-lah pengindahnya
Buku tua, selalu
terkesan, tidak berubah
Selalu tersimpan!
Sebab ia seperti, harta
dibawah debu tebal
Muak, gerrramm!! Namun
ia selalu tersimpan bersama untai cerita dan debunya
seperti kawan lama, ia
berkesan,
tua dan usang,
karena ia selalu
tersimpan,
Tak diikhlaskan pergi.
membosankan untuk diraba
butir katanya,
berat halamannya terbuka,
namun hati terkesan di
atasnya.
Buku tua, kawan lama?
No comments:
Post a Comment