Merdu sekali kesunyian malam
Menjulur dari celah-celah
Muramnya wajah bulan pucat
Yang cahyanya berebut memasuki kehampaan
Menembus dinding sepi
Yang dingin, yang panas?
Akrab terdengar..
Dingin, dinginnya dinding angin.
Panas, panasnya khayal-khayal buas.
Buku-buku tergolek manis di bawah rimbun cahaya lampu
Debu berserak pula tak menjanjikan
Hidung membau sunyi
Jemari merasa rindu
Sayu mata yang merajut bayang
Kekosongan ruang membimbing pikiran terbang liar
Di sini, sempit, dunia luar terhampar
Gambaran teduh, merajam angan
No comments:
Post a Comment