Sunday, January 12, 2014

12-01-2012

Tak pernah hadir dalam sapaan kepada telingaku
Tak sekalipun datang ke dalam pikiranku
Tak teramu bahkan dalam hati, sekalipun tidak
Engkau sobat kecil tertua dalam kesaksian mataku memandang semesta
tewas ke atas palungan damai kotak berukirkan salib
menyerah kepada si jahanam dunia

Ragamu yang tersisa kini tak lagi kau!
Terkulai dalam balutan jas dan kitab dalam genggaman rapi
Dan itu tak lagi kau, saudara…

Isak, deru, jeritan, itulah musik kematianmu
Merdu sekali hingga iringan terakhir di pembaringan
Berserulah mendung turun kepada hujan
Berserulah mata kepada percik airnya
Berserulah lidah ini menjelma terasering doa-doa

Sekali lagi kau adalah hebat
Dengan atau tanpa aku, sobat
Bila kau hadir, kusapa kau itu kupikir
Bila kau tak datang, surga beri aku ruang

Tuhan sekali-kali tak tampak,
sama seperti kau berkawan angin
DamaiNya terbaik senantiasa dirasa
Belaian terindah ada padamu

No comments:

Post a Comment