Tak pernah
hadir dalam sapaan kepada telingaku
Tak
sekalipun datang ke dalam pikiranku
Tak teramu
bahkan dalam hati, sekalipun tidak
Engkau
sobat kecil tertua dalam kesaksian mataku memandang semesta
tewas ke
atas palungan damai kotak berukirkan salib
menyerah
kepada si jahanam dunia
Ragamu yang
tersisa kini tak lagi kau!
Terkulai dalam balutan jas
dan kitab dalam genggaman rapi
Dan itu tak lagi kau,
saudara…
Isak, deru, jeritan, itulah
musik kematianmu
Merdu
sekali hingga iringan terakhir di pembaringan
Berserulah
mendung turun kepada hujan
Berserulah
mata kepada percik airnya
Berserulah
lidah ini menjelma terasering doa-doa
Sekali lagi
kau adalah hebat
Dengan atau
tanpa aku, sobat
Bila kau
hadir, kusapa kau itu kupikir
Bila kau tak datang, surga
beri aku ruang
Tuhan
sekali-kali tak tampak,
sama
seperti kau berkawan angin
DamaiNya
terbaik senantiasa dirasa
Belaian
terindah ada padamu
No comments:
Post a Comment