Monday, March 10, 2014

Aku menghilang dari cahayaMu

Benarkah cinta datangnya dari Tuhan?
Hadir dalam hati dan keluar melalui sorot mata dan gerik tubuh?
Membuat bibir dan lidah seakan tak akur untuk berkecap kata?
Apa benar cinta berlaku untuk manusia yang berbeda dunia?

Jika benar cinta begitu…
Apa maksud Tuhan memberi cinta yang pada akhirnya tak bersatu?
Atau bahkan kemudian berlalu begitu saja, hilang dan memberi sakit satu sama lain?

Aku berada dalam tanggungan yang biasa.
Aku mengusung beban yang tak ada hartaku di sana.
Hanya merasa gusar sesuatu hilang di luar sana sesaat aku tak ada untuknya.
Apa maksud Tuhan memberi tanggung jawab, cinta, dan kemudian cemas menyusulnya?

Kemudian mengapa aku berada di sini?
Ketika aku mengenal cinta dan sama sekali aku tak mengenal diriku?
Seolah aku memiliki watak orang lain demi apa yang aku cinta?
Aku hilang yang namanya percaya.
Bahwa diriku berharga, dan lengkap dengan seonggok kebaikan di dalamnya.
Mengapa aku cemas dan tak percaya bahwa aku dikhususkan untuk seseorang yang mendambakanku?
Mengapa aku menjadi orang lain di dalam tanggung jawabku, di dalam aku mencintai?
Tak bisakah jika ini dapat kuolah sebaik mungkin sehingga aku tak berada kecemasan?

Aku berada pada tempat yang harus kusesuaikan impianku.
Jika aku merasa tak cocok di sini, apakah aku perlu beralih ke tempat lain dan menyesuaikan impianku lagi?
Sesungguhnya aku benar-benar tak punya asa kini.
Aku berpikir aku sedang dalam ujung kebahagiaan, dan akan tiba waktunya habis.
Mendekat pada garis akhir, memasuki ruang kehilangan, dan kini hanya cemas yang melanda.

Apa kaitannya semua ini?
Aku dianugrahi cinta, memiliki tanggung jawab, menyesuaikan cita-citaku, hilang kepercayaan, kemudian aku berada dalam kurungan cemas yang kuat.
Apa aku berpikir salah? Apa benar aku terlalu jauh kini dari padaMu Tuhan?

No comments:

Post a Comment