Saturday, November 1, 2014

Membenci Tawa


Tak salah jika ada tawa di sela keguyuban
Di antara derap-derap langkah kekawan
Menjadi topeng bahwa kebersamaan ini sungguh termakna

Tak salah bila sejenak rehat menjadi alasan pribadi
Menyiapkan langkah yang lebih kuat esoknya
Lalu menghilang di balik selimutan 'rehat sejenak'

Aku membenci candaan itu
Serta merta tertawa, dibahaknya remeh atas keringat rekannya
Atas dasar kawan rekat atau pora-pora sesaat?

Aku membenci tawa-tawa itu
Bukan tawa penghibur duka, namun pembawa luka
Kelelahan ini tak mampu gapai tujuan
Bagai penghiburan bagi diri, segala beban ditanggalkan

Aku membenci aku
Maha tiada menahu
Pecundang tertutup sipu
Hanya melagu, tak daya bertinju

No comments:

Post a Comment