Tak
salah jika ada tawa di sela keguyuban
Di
antara derap-derap langkah kekawan
Menjadi
topeng bahwa kebersamaan ini sungguh termakna
Tak
salah bila sejenak rehat menjadi alasan pribadi
Menyiapkan
langkah yang lebih kuat esoknya
Lalu
menghilang di balik selimutan 'rehat sejenak'
Aku
membenci candaan itu
Serta
merta tertawa, dibahaknya remeh atas keringat rekannya
Atas
dasar kawan rekat atau pora-pora sesaat?
Aku
membenci tawa-tawa itu
Bukan
tawa penghibur duka, namun pembawa luka
Kelelahan
ini tak mampu gapai tujuan
Bagai
penghiburan bagi diri, segala beban ditanggalkan
Aku
membenci aku
Maha
tiada menahu
Pecundang
tertutup sipu
Hanya
melagu, tak daya bertinju
No comments:
Post a Comment