Saturday, December 27, 2014

Di Ujung Bahagia


Kepada apa aku bertolak
jika aku hanya tergantung dan melayang
Atas dasar apa kau menggugurkan
Yaitu aku daun jatuh menjauhi ranting
dan tanah menjadi peraduanku

Angin menjadikannya sepoi
melunglai langkahku dibuatnya
sebelum busuk aku terurai bumi
ikhlas adalah kuncinya

Di ujung bahagia lalu, kau terwujud api
adalah bara yang menguapkan pilu di mata

Di akhir senyum lalu, kau terwujud nyanyian
maka aku ketukan pengiringnya
dan jadilah badai kemeriahan

Dan di akhir sapaanmu, kau pernah diam
membuat diam itu berarti memalingkan muka
membuat diam itu berarti tiada tawa
membuat diam itu berarti diriku sendiri.

No comments:

Post a Comment