Kepada
apa aku bertolak
jika
aku hanya tergantung dan melayang
Atas
dasar apa kau menggugurkan
Yaitu
aku daun jatuh menjauhi ranting
dan
tanah menjadi peraduanku
Angin
menjadikannya sepoi
melunglai
langkahku dibuatnya
sebelum
busuk aku terurai bumi
ikhlas
adalah kuncinya
Di
ujung bahagia lalu, kau terwujud api
adalah
bara yang menguapkan pilu di mata
Di
akhir senyum lalu, kau terwujud nyanyian
maka
aku ketukan pengiringnya
dan
jadilah badai kemeriahan
Dan
di akhir sapaanmu, kau pernah diam
membuat
diam itu berarti memalingkan muka
membuat
diam itu berarti tiada tawa
membuat
diam itu berarti diriku sendiri.
No comments:
Post a Comment