Ini
tanganku, bersama dahaganya mencekik
Dan
jemari meronta berbisik
Ingin
melayangkan satu dua gedik
Dan
mengepalkan amarah memekik
Mencakar
raut muka jijik itu
Kuku-kuku
akan menembus bola mata
Memecahnya
dan mencukil bersama cairannya
Sungguh
benci-benci ada di ujung jari-jari
Seperti
nanah membusuk yang leler diantara selanya
Kepalan
tanganku benar hasrat meremukkanmu
Kepalamu
di dalam kepalanku
Tulang
telinga yang menyumpalmu dari segala kebaikan
Lalu
mulut pencacimu yang melubangi setiap hati
Pasti
akan kuremukkan, kuremukkan
Keangkuhan
itu akan kutundukkan di bawah kakiku
Sila
meratap, lalu menyesal,
rebahlah
bersama selaksa dengkiku
Biarlah
dosa di sekujurku
Biarkan
kerongkongan tanganku alami kelegaan
Serta
hatiku kenyang dalam pekikan-pekikan dendam
Biar
alir darahku membencimu sementara waktu
No comments:
Post a Comment