Sunday, March 6, 2016

Tangan

Ini tanganku, bersama dahaganya mencekik
Dan jemari meronta berbisik
Ingin melayangkan satu dua gedik
Dan mengepalkan amarah memekik

Mencakar raut muka jijik itu
Kuku-kuku akan menembus bola mata
Memecahnya dan mencukil bersama cairannya
Sungguh benci-benci ada di ujung jari-jari
Seperti nanah membusuk yang leler diantara selanya

Kepalan tanganku benar hasrat meremukkanmu
Kepalamu di dalam kepalanku
Tulang telinga yang menyumpalmu dari segala kebaikan
Lalu mulut pencacimu yang melubangi setiap hati
Pasti akan kuremukkan, kuremukkan

Keangkuhan itu akan kutundukkan di bawah kakiku
Sila meratap, lalu menyesal,
rebahlah bersama selaksa dengkiku
Biarlah dosa di sekujurku
Biarkan kerongkongan tanganku alami kelegaan
Serta hatiku kenyang dalam pekikan-pekikan dendam
Biar alir darahku membencimu sementara waktu

No comments:

Post a Comment