Terjaga ku dari kantuk
Demi selangkah demi langkah kaki
Pijakan-pijakan kecil terus terlalui
Dan
kini membelakangiku
Sekarang
engkau yang gemar
Menyulut rona di mukamu dan berdiam di kepalaku
Candaanmu
yang bercabang-cabang
Adalah
akar kuat mencengkram pikirku tuk jadi candu
Kita
terkurung malam
Dan
doa berserakan di pejam mata
Kuimani
aminmu, kau aminkan imanku.
No comments:
Post a Comment