Monday, February 24, 2014

Puisi Cinta

Selalu hangat menyelam di dalamnya
Tak akan berpikir senja akan memisahkan kami
Tak akan mau larut memalamkan kemesraan ini
Larut, larut, terus larut dalam puisi cinta

Sampai waktu yang tak menentu
Dan butir hujan kemana entah dimana
Mataku memekik cengeng dihadapan ombak berderu
Gelegar dari hati mengkarya ramu-ramu warna
Pelukannya menenggelamkanku dalam-dalam

Ini yang dikata cinta berdiam di Februari?
Dan sisa-sisa hujan mendinginkan hawanya
Menunda sedikit kepergian demi kedekatan hangat
Menghangat di dalam genggaman jemari sebelum anjak pada perpisahan

Aku tau rona perpisahan akan lekat di wajahnya
Seiring langkah-langkah kepergian
Lalu sore akan tenggelam bersamanya
Seraya wajah berpaling, memicu jarak yang semakin meleraikan

Kau, puisi cinta
Bahkan kini mengeras, mengukuh bagai tebing karang
Dan aku menyaksikan kakiku menjauh
Kepada pijakan-pijakanku, aku menyimpanmu, lelap bersama kenang-kenang

No comments:

Post a Comment