Monday, February 17, 2014

Mengabu


Tadinya manusia-manusia berdamai dengan hartanya
Tadinya onggokan daging ini diwarna kaya dan miskin
Tadinya atap rumah sahabat baik, menjabat kepala dalam keteduhan

Dunia adalah fana
Sesekali langit menghadirkan halilintarnya
Dua tiga kali bumi meledakkan diri menyingkap menyeruak menjadi duka
Seribu kali hantam-hantam hujan tak memberi erti menyapu tanah kering

Pada waktunya akan indah tuan
Orang bergelimang emas di perut dan kepala tinggallah abu
Orang bermata berlian berliannya tinggallah abu
Orang pemungut benih gandum saudagar kaya pula mengabu
Orang renta nan jauh dari cinta cucunya sama saja hendak tunggu mengabu

Harta tahta wujud kilauan semu abu
Tiada pandang raga, jasad ini hanya abu
Tiada pandang upaya, semua tinggal dilingkup abu
Syukur… akan lebih memaknai hidup sebelum mengabu


No comments:

Post a Comment