Tadinya manusia-manusia
berdamai dengan hartanya
Tadinya onggokan daging
ini diwarna kaya dan miskin
Tadinya atap rumah sahabat
baik, menjabat kepala dalam keteduhan
Dunia adalah fana
Sesekali langit
menghadirkan halilintarnya
Dua tiga kali bumi
meledakkan diri menyingkap menyeruak menjadi duka
Seribu kali hantam-hantam
hujan tak memberi erti menyapu tanah kering
Pada waktunya akan indah
tuan
Orang bergelimang emas di
perut dan kepala tinggallah abu
Orang bermata berlian
berliannya tinggallah abu
Orang pemungut benih
gandum saudagar kaya pula mengabu
Orang renta nan jauh dari
cinta cucunya sama saja hendak tunggu mengabu
Tiada pandang raga, jasad
ini hanya abu
Tiada pandang upaya, semua
tinggal dilingkup abu
Syukur… akan lebih
memaknai hidup sebelum mengabu

No comments:
Post a Comment