Mengawali dengan satu langkah gemar
Gemar turun kepada aksara dan ukara
Buah kebahagiaan dijelma menjadi tulisan
Ungkapan terkubur mencuat dan menyentuh
helai udara
Menjabat hujan menjabat matahari
Dari akar yang naik kepada apel
Pepohonan memberkatkan musim panennya
Anugerah yang menghinggapi tangan-tangan
petaninya
Tangan yang penuh gemar dan
pengharapannya
Kita berada dalam kurungan cakrawala
yang sama
Tercengkram iklim yang sama
Dilanda badai yang sama
Kau berikan selimutmu
Dan kausilakan dingin menyelimutimu
Lalu terus menyertai setiap kedipanmu
Februari berdiam dalam rumah
Kita menjunjung perhelatan cinta dan
jumlah
Di belakang menguntit kenang-kenang
indah
Semoga kita bersama di dalam langkah
Semakin kita cerdik menggali hikmah
Membawa tulisan ini menjadi berkah
Mungkin berlebihan bagi mata asing
Bisa saja mata itu adalah sepasang
fanatik parsial
Namun aku ingin membawa hikmah itu
Dan menjadi sebuah arti sederhana
Tuk tinggal dalam tiap kedipan matamu
Tersimpan, dan berdiam diri disana
No comments:
Post a Comment