Seolah-olah waktu menuduhku
Entah apa lakuku
Marah tak enggan menunggu bom
waktu
Dalihku ingin diterima bumi
Wujud sumbangsih sebagai
pewangi
Inilah aku, terjerat rasa cekam
tak diakui
Luka-luka dilepas masa
Untuk aku yang ada, di kala
mata dicelik
Kekuranganku harus kusakukan
dalam
Melawan diri demi sebuah
penerimaan
Aku tak menjadi seorang yang
asing
Namun aku cukup dilanda lara
olehnya
Akuilah aku ada, maka inilah
aku
No comments:
Post a Comment