Kini
waktuku untuk berbaring
Timangan ranjang juga bantal,
selalu mereka yang ada
Temanku ada jauh terkabur oleh jarak
Ia wanitaku ibarat kidung yang sakral,
teguh, guratan arti di dalamnya
Adalah api penyulutku,
bisa hangat bahkan membakar kerongkongan
Langit dan laut tempat berbagi sepi
Tatap menatap, tetap meratap
Birunya menyampaikan "Hari ini elok ya..." kepada jagad
Kepada yang sepi, tanpa kidung pemberi arti
Selalu ada timangan ranjang dan bantal
Menggigil harap-harap ada hangat
Mari tidur, sampingmu diisi olehku...
Timangan ranjang juga bantal,
selalu mereka yang ada
Temanku ada jauh terkabur oleh jarak
Ia wanitaku ibarat kidung yang sakral,
teguh, guratan arti di dalamnya
Adalah api penyulutku,
bisa hangat bahkan membakar kerongkongan
Langit dan laut tempat berbagi sepi
Tatap menatap, tetap meratap
Birunya menyampaikan "Hari ini elok ya..." kepada jagad
Kepada yang sepi, tanpa kidung pemberi arti
Selalu ada timangan ranjang dan bantal
Menggigil harap-harap ada hangat
Mari tidur, sampingmu diisi olehku...
No comments:
Post a Comment